MITRA TERPERCAYA BISNIS PULSA
Selamat Datang di Situs Resmi Mitrapulsa !

 

BAHAYA DENGKI

Rasulullah saw menggambarkan betapa tercelanya kedengkian itu dengan sabdanya: ”Kedengkian memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar”(HR.Ibnu Majah dari Anas)

Ketika seseorang mengharapkan lenyapnya nikmat dari orang yang didengki maka saat itu ia telah berlaku hasad, karena sesungguhnya kedengkian adalah membenci nikmat dan menginginkan lenyapnya nikmat itu dari orang yang mendapatkannya.

Bayangkanlah seandainya penyakit dengki ini telah menyebar luas dan setiap orang yang dengki mulai memperdaya setiap orang yang memiliki nikmat, maka pada saat itu tipu daya telah menyebar luas pula dan tidak seorangpun yang dapat selamat dari keburukannya, karena setiap orang adalah pembuat tipu daya dan juga diperdaya. Bayangkanlah bagaimana jadinya kehidupan manusia jika sudah demikian adanya.

Pantaslah jika Rasulullah saw pernah menyebut seseorang sebagai penghuni surga akan lewat di depan sahabat-sahabatnya, yang ketika kejadian itu berulang tiga kali dalam tiga hari Rasulullah menyebutnya sebagai seorang dari penghuni surga, dan ketika ditelusuri oleh Abdullah bin Amer bin al-Ash dengan bermalam di rumah orang tersebut selama tiga malam, ia tidak pernah melihat amalan orang tersebut yang berlebihan, bahkan orang itu juga tidak bangun malam, kecuali jika berbalik dari tempat tidurnya ia menyebut Allah, ia tidak bangun kecuali untuk shalat subuh, dan tidak pernah mendengarnya berkata kecuali kebaikan.

Bahkan hampir saja Abdullah meremehkan amalannya. Ketika Abdullah mengatakan bahwa sesungguhnya Rasulullah telah bersabda begini dan begitu, kemudian ia bertanya : ”Apakah gerangan yang membuatmu mencapai tingkatan tersebut?"

Orang tersebut menjawab: ”Tidak ada apa-apa kecuali yang kamu lihat, hanya saja aku tidak punya rasa benci dan dengki kepada salah seorang pun dari kaum muslimin yang dikaruniai Allah kebaikan”.

Di sinilah Abdullah menemukan jawaban itu, ia berkata :”Itulah rupanya yang membuatmu mencapai tingkatan itu, dan itulah yang tidak mampu kami lakukan”.

Demikianlah nikmatnya jika kita dapat menghidarkan diri dari berlaku hasad pada orang lain yakni surga, yang sesungguhnya terlihat sangatlah sepele persoalannya meskipun sesungguhnya berat dalam pengamalannya.

Tapi cukuplah menjadi renungan kita bersama bahwasanya penyebab pembunuhan pertama kali di muka bumi ini terjadi yaitu anak Adam membunuh saudaranya adalah disebabkan oleh kedengkiannya pada saudaranya atas nikmat yang dimilikinya lalu kita bertanya masihkah kita harus mendengki?

Semoga kita termasuk orang yang dapat menghindarkan kedengkian (hasad) dari hati kita terutama terhadap orang-orang yang dekat dengan kita, apakah ia saudara, tetangga kita, atau teman dalam pergaulan dan pekerjaan serta pada seluruh kaum muslimin. Wallahu a'lam. (Disarikan dari kitab Al-Mustakhlash fii Tazkiyatil Anfus, oleh Sa'id Hawwa)

sumber : Buletin Tafakur

 

 

  1. Iman pada kebenaran Islam

  2. Sejarah Tafsir Al Qur'an

  3. Bahaya Dengki

  4. Mengendalikan Marah

  5. Mengingat Mati

  6. Bersandar pada Allah

  7. Akibat Durhaka pada Ibu

Copyright © 2008. mitrapulsa.com All Rights Reserved.
Alamat: Desa Joho RT 09 RW 02 No. 167 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Jawa Timur
Berdiri tanggal 7 Maret 2007