Selamat Datang di Situs Resmi Mitrapulsa ! Terima kasih atas kunjungannya, semoga bermanfaat!

 

MENGATASI AMANDEL YANG MEMBESAR

Pemicu Sinusitis, Congek, Mendengkur AMANDEL yang terlampau besar tak bisa diabaikan. Ada beberapa gangguan yang mungkin muncul. Misalnya, sinusitis, congek (kopoken), dan mendengkur.

Tonsil yang disebut juga sebagai amandel- tampak saat seseorang menjulurkan lidah. Jumlahnya ada dua, di kanan dan kiri. Nah, posisi adenoid agak tersembunyi. Tempatnya di belakang hidung dan langit-langit mulut belakang atas. Kelenjar limfe itu mempunyai tugas penting. "Sebagai garda depan saluran napas, tonsil dan adenoid berfungsi sebagai pertahanan tubuh lini terdepan," ucap dr Nyilo Purnami SpTHT-KL dari RS Darmo Surabaya. Begitu kuman masuk, dua organ tersebut akan bereaksi dengan membentuk zat-zat kekebalan yang merupakan bagian dari sistem imunitas. Lantaran letaknya yang "strategis" itu pula, tonsil dan adenoid mudah terinfeksi kuman dan meradang. Itu yang merepotkan. Sebab, hal tersebut bisa memicu penyakit atau keluhan lain. Misalnya, sinusitis, congek (kopoken), dan mendengkur.

Mengapa bisa begini? Nyilo menjelaskan, radang tonsil dan adenoid, umumnya, ditandai pilek. Lendir yang dihasilkan dari reaksi pilek akan menyebabkan hidung tersumbat. Ketika saluran hidung buntu, otomatis saluran sinus yang bermuara ke hidung ikut tersumbat. Bila sudah begini, cairan dari rongga sinus yang seharusnya dialirkan ke hidung jadi tertahan dan menumpuk. "Penumpukan ini memicu datangnya kuman. Bila mikroorganisme jahat itu telanjur datang, mereka akan berulah hingga menyebabkan radang yang disebut sebagai sinusitis," jelasnya.

Penjelasan serupa berlaku pada kasus congek (kopoken). Hidung dan telinga dihubungkan saluran eustachius. Saat sesorang mengalami pilek, lendir dari hidung bisa mengalir ke telinga. Bila radang terjadi, cairan yang sudah disusupi bakteri jahat akan menekan gendang telinga hingga pecah. "Keadaan ini yang disebut otitis media purulenta (OMP) atau congek," imbuh dokter kalem tersebut.

Bagaimana dengan mendengkur? Menurut Nyilo, mendengkur terjadi karena pembesaran tonsil. Pembesaran itu menyebabkan saluran napas pada tenggorok menyempit. "Udara yang melewati rongga sempit ini menimbulkan bunyi dengkur," jelasnya.

Penyebab utama radang tonsil dan adenoid adalah kekebalan tubuh yang kurang. Selain itu, faktor alergi mempermudah timbulnya keradangan. Untuk mengatasinya, kekebalan tubuh harus ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang serta cukup istirahat. Termasuk, menghindari pemicu alergi.

Lain masalahnya bila infeksi tonsil dan adenoid kronis (menahun). Operasi pengangkatan tonsil (adenoidektomi) merupakan cara efektif. "Infeksi kronis membuat tonsil semakin besar," ujar Nyilo. Kondisi itu berisiko napas terhenti sejenak saat tidur. Bila berulang, tak hanya kenyamanan tidur yang terganggu. Bahkan, akibatnya bisa fatal. "Operasi tersebut dilakukan untuk menghilangkan sumbatan napas," tegasnya. (ign/nda)

Sumber: Jawa Pos, 11 April 2008

 

Kembali ke halaman utama >>>

 

Copyright © 2008. mitrapulsa.com All Rights Reserved.